Musi Banyuasin — Pendidikan madrasah tidak hanya berhenti di bangku kelas, tetapi benar-benar hidup dan memberi manfaat langsung di tengah masyarakat. Hal ini dibuktikan oleh Yunita Eviani, siswi berbakat Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 3 Musi Banyuasin, yang tampil memukau melantunkan ayat suci Al-Qur’an pada acara resepsi pernikahan warga di Desa Bumi Ayu, Kecamatan Lawang Wetan. Pada Minggu, (01/11).
Kehadiran Yunita sebagai qariah di tengah hajatan warga bukan sekadar pengisi acara, melainkan wujud nyata dari madrasah berdampak—sebuah komitmen institusi pendidikan di bawah Kementerian Agama untuk melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki keterampilan sosial dan keagamaan yang langsung dirasakan oleh masyarakat.
Penampilan memukau siswi madrasah ini mendapat pujian langsung dari Pemerintah Desa setempat. Kepala Desa Bumi Ayu, Amrullah Mahmud, menyampaikan rasa bangga dan apresiasinya atas kontribusi positif pelajar madrasah dalam kegiatan sosial kemasyarakatan di desanya.
”Kami sangat mengapresiasi dan bangga melihat anak-anak muda kita, khususnya siswi dari MTsN 3 Muba, tampil percaya diri membawakan nilai-nilai keagamaan di acara warga. Kehadiran qariah muda seperti Yunita ini memberi suasana yang sangat sejuk, khidmat, dan menjadi teladan yang sangat baik bagi generasi muda lainnya di Desa Bumi Ayu,” ungkap Kepala Desa Bumi Ayu.
Lantunan ayat suci Al-Qur’an dengan suara merdu yang dibawakan oleh Yunita berhasil mengubah suasana resepsi pernikahan menjadi lebih tenang dan penuh keberkahan. Kepala MTsN 3 Musi Banyuasin, H. Siman Ikri, S.Ag, turut menyampaikan rasa bangganya atas keterlibatan aktif siswinya di tengah masyarakat. Menurutnya, panggung sosial seperti inilah yang menjadi tolok ukur keberhasilan pembinaan ekstrakurikuler keagamaan di madrasah.
”Kami selalu mendorong siswa-siswi untuk aktif mengasah potensi dan mental mereka. Ketika ilmu yang dipelajari di madrasah bisa dipraktikkan langsung dan membawa ketenangan serta kebaikan bagi masyarakat, di situlah letak dampak nyata dari pendidikan kita,” tuturnya.
Kisah Yunita Eviani menjadi inspirasi bahwa madrasah terus konsisten menjadi pencetak generasi Qur’ani yang siap beradaptasi dan berkontribusi. Melalui penguatan program keagamaan yang berorientasi pada dampak positif, madrasah terbukti tidak hanya menjadi kebanggaan warga madrasah, tetapi juga menjadi perekat sosial dan pembawa keberkahan bagi lingkungan sekitar.
(Admin Website MTsN 3 Musi Banyuasin)
