Musi Banyuasin — Semangat “Kemenag Berdampak” kembali diwujudkan dalam inovasi Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di MTsN 3 Musi Banyuasin. Pada mata pelajaran Bahasa Indonesia, siswa-siswi kelas IX mendalami materi Teks Prosedur melalui pendekatan yang unik dan kontekstual: mempraktikkan langsung pembuatan minuman sehat berupa es buah di bawah bimbingan guru mata pelajaran, Hj. Nirwana, S.Pd. Pada Kamis, (29/10)
Menariknya, pembelajaran ini tidak sekadar berfokus pada penguasaan struktur teks dan kaidah kebahasaan secara akademis, tetapi juga diintegrasikan dengan nilai-nilai ekoteologi—sebuah sudut pandang spiritual yang menekankan pentingnya menjaga harmoni dengan alam serta mensyukuri kekayaan hasil bumi ciptaan Tuhan Yang Maha Esa.
Dalam kegiatan ini, para peserta didik dibagi ke dalam beberapa kelompok untuk merancang teks prosedur sekaligus mengolah bahan-bahan alami segar, seperti aneka buah-buahan lokal yang kaya vitamin. Melalui proses ini, para siswa diajak untuk menyadari bahwa alam telah menyediakan berbagai sumber daya yang menyehatkan tubuh, yang sudah sepatutnya dijaga kelestariannya dan dimanfaatkan secara bijak tanpa berlebihan.
Suasana kelas berlangsung meriah dan penuh kerja sama. Setiap kelompok bergotong royong menyiapkan bahan, meracik, hingga menyusun langkah-langkah pembuatan es buah secara sistematis sesuai kaidah teks prosedur.
Rangkaian pembelajaran kemudian dilanjutkan dengan sesi presentasi interaktif. Secara bergantian, masing-masing kelompok maju ke depan kelas untuk memaparkan prosedur pembuatan minuman sehat buatan mereka. Tidak hanya menjelaskan takaran dan langkah-langkahnya, para siswa juga diajak mengapresiasi nilai gizi serta karunia bahan-bahan alami yang mereka gunakan.
Hj. Nirwana, S.Pd., menjelaskan bahwa pendekatan berbasis ekoteologi ini sengaja disematkan agar siswa memiliki kepekaan lingkungan sejak dini. “Melalui praktik membuat es buah sehat dari bahan-bahan alam ini, kami ingin anak-anak tidak hanya cerdas secara literasi bahasa, tetapi juga terbangun kesadaran spiritualnya. Mereka belajar mensyukuri hasil bumi, memahami pentingnya kesehatan raga, sekaligus mencintai lingkungan tempat sumber daya itu tumbuh,” ungkapnya.
Melalui pembelajaran interaktif yang sarat makna ini, MTsN 3 Musi Banyuasin terus membuktikan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada kecerdasan kognitif dan life skills, tetapi juga menanamkan karakter peduli lingkungan yang berlandaskan nilai-nilai keagamaan.
