Musi Banyuasin – Gugus Depan pangkalan MTsN 3 Musi Banyuasin kembali menggelar kegiatan rutin ekstrakurikuler Pramuka pada Kamis (7/5). Kali ini, fokus latihan diarahkan pada penguasaan teknik kepramukaan (Tekpram) mengenai Tanda Jejak, sebuah materi krusial bagi anggota Penggalang dalam melakukan pengembaraan atau penjelajahan di alam bebas.
Dalam kegiatan yang berlangsung di lingkungan madrasah tersebut, para anggota Penggalang diperkenalkan dengan berbagai simbol yang digunakan untuk memberikan petunjuk arah atau kondisi jalan. Materi ini bertujuan agar setiap anggota mampu membaca situasi medan tanpa harus menggunakan alat komunikasi modern.
Beberapa materi yang dipelajari diantaranya adalah tanda di atas tanah: goresan atau tumpukan batu yang menunjukkan arah jalan, tanda dengan ranting/rumput: cara mengikat rumput atau mematahkan ranting sebagai penanda rute, dan tanda bahaya: simbol khusus yang mengisyaratkan adanya rintangan atau area yang tidak boleh dilewati.
Pembina Pramuka MTsN 3 Musi Banyuasin menyampaikan bahwa pengenalan tanda jejak bukan sekadar menghafal simbol, melainkan melatih ketelitian dan insting siswa terhadap lingkungan sekitar.
”Seorang Pramuka harus peka. Melalui materi tanda jejak ini, kita ingin adik-adik Penggalang memiliki kecakapan dalam bernavigasi serta mampu bekerja sama dalam tim saat melakukan penjelajahan nantinya,” ujarnya di sela-sela kegiatan.
Para siswa tampak antusias mengikuti instruksi. Setelah sesi materi di dalam barisan, mereka langsung mempraktikkan cara membuat dan membaca tanda jejak yang tersebar di area madrasah. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi bekal berharga bagi para siswa, terutama saat menghadapi kegiatan perkemahan atau lomba tingkat ranting dan cabang yang akan datang.
(Admin Website MTsN 3 Musi Banyuasin)
