MUBA — Dalam rangka kegiatan tasyakuran dan pelepasan siswa kelas IX, Sanggar Permata MTsN 3 Musi Banyuasin turut memeriahkan acara dengan menampilkan berbagai pertunjukan seni daerah yang berhasil menciptakan suasana meriah sekaligus penuh apresiasi dari para tamu undangan pada Selasa (19/05).
Penampilan pertama diawali dengan Tari Setabik yang dipersembahkan sebagai tari penyambut tamu undangan. Tarian ini menjadi bentuk penghormatan sekaligus ungkapan selamat datang kepada para tamu yang hadir, dengan gerak yang lembut, tertata, dan penuh makna kearifan lokal, sehingga berhasil menciptakan suasana hangat sejak awal acara.
Selanjutnya, suasana acara berubah menjadi lebih meriah dengan penampilan senjang yang dibawakan oleh Ikhsan dan Elsa. Senjang merupakan kesenian tradisional khas Sumatera Selatan berupa pantun berbalas yang disampaikan dengan irama dan gaya tutur khas daerah.
Kesenian ini tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga mengandung pesan-pesan moral, nasihat, serta sindiran halus yang disampaikan secara santun dan menghibur. Penampilan senjang tersebut berhasil mengundang tawa dan tepuk tangan meriah dari para tamu undangan, bahkan semakin semarak dengan adanya saweran sebagai bentuk apresiasi spontan dari penonton.
Tidak kalah menarik, Sanggar Permata juga menampilkan tari kreasi dengan iringan lagu “Palembang Darussalam”. Tarian ini menghadirkan perpaduan gerak yang dinamis dan modern namun tetap berakar pada budaya daerah, sehingga mampu menggambarkan semangat pelestarian seni dan identitas lokal. Harmoni antara musik dan gerak tari berhasil menutup rangkaian penampilan seni dengan kesan yang kuat dan meninggalkan kekaguman bagi seluruh hadirin.
Rangkaian penampilan dari Sanggar Permata MTsN 3 Musi Banyuasin berhasil menambah kemeriahan sekaligus memperkuat nuansa budaya dalam acara tersebut. Kehadiran seni tradisional dan kreasi ini menjadi daya tarik tersendiri yang meninggalkan kesan mendalam bagi para tamu undangan.
(Admin Website MTsN 3 Musi Banyuasin)
